Jumat, 11 November 2011

MEMBAWA MASA DEPAN KE HARI INI

  • Bab 19 dari Buku Becoming A Star ini mengenai tugas seorang pemimpin adalah mendatangkan masa depan ke masa kini, lebih cepat daripada yang mungkin bisa dicapai oleh organisasinya tanpa kepemimpinannya.
  • Untuk memperbesar kesempatan kita dalam upaya mendatangkan masa depan ke dalam kehidupan profesional dan pribadi kita sedini mungkin, marilah kita menjawab pertanyaan pertanyaan berikut:
  • “Apakah anda orang masa lalu atau orang masa depan?”
  • 1. Orang masa depan adalah ahli kemungkinan, bila sesuatu belum dicapainya, tetapi pernah dicapai oleh orang lain, maka baginya itu mungkin.
  • 2. Orang masa depan memang pejalan jauh, bila yang diimpikannya itu belum pernah dicapai atau dicoba orang lain, dia justru lebih bersemangat.
  • 3. Orang masa depan melihat dengan jelas apa yang bisa dicapainya dalam gambar mental di pikirannya, itulah yang kita sebut visi.
  • 4. Orang masa lalu adalah orang yang memiliki ingatan yang kuat mengenai kegagalan dan kesulitan di masa lalu, dan menilai kesempatan yang tersedia baginya terlalu sulit, terlalu beresiko, atau tidak mungkin.
  • 5. Orang masa lalu berprinsip biar lambat asal selamat, dan meyakini dan menjalankan pepatah itu tanpa menyadari banyak sekali orang di sekitarnya yang melaju sangat cepat melampauinya dan selamat.
  • Keselamatan perjalanan hari ini tidak ditentukan oleh cepat atau lambatnya sebuat perjalanan, tetapi terutama disebabkan oleh ketepatan cara yang kita gunakan.

  • Para bintang di sekitar kita adalah orang orang masa depan yang mempraktekkan masa depan itu, hari ini.
  • Dengan kesadaran penuh menjadi lebih sederhana, lebih efisien, dan pasti lebih efektif.
  • Dan tugasnya sebagai pemimpin adalah menyederhanakan kompleksitas dalam proses usahanya saat ini melalui pemikiran sistem dan tindakan teratur, untuk mencapai hasil maksimal dalam batasan-batasan sumberdayanya.
  • Dia yang lebih tau, selalu lebih siap (dan lebih sabar..!).
by: mario teguh
post: ferry firmansyah

Senin, 19 September 2011

DETIK-DETIK PROSES Allah MEMBENCINYA DAN DI HISAB DI YAUMIL AKHIR


yang pertama,,manusia sudah merasakan pergaulan cuman dia tida mendasari pergaulan tsb, dia seakan" melupakan tuhannya cuman dia tida merasakannya,," akibatnya dia kafir, dia merasakan minuman khamar,maksiat,dzalim dll, cinta dunia, tda mmikirkan hari kiamat, lemah iman, melalaykan ibadahnya, oarang yang munafik,keji, dan jauh dari Allah. maka sebaliknya Allah juga aka menjauhkannya dari karomah, psenyelamatan,kasih sayang dsb. peecaya tida percaya nya itu kepercayaan masing-masing tapi yang pastinya lihatlah dan saksikanlah di yaumil akhir (hari kiamat)
ada 3 ciri-ciri orang yang munafik yamg pertama bila ia berkata ia dusta, ia berjanji ia di ingkari, di beri amanat ia khianat dan dari ciri-ciri tersebit udah jelas nyata dan sahih tapi tetap aja banyak orang yang melalaykannya atas teguran dari tuhannya maka Allah berfirman:
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, ‘Kami mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS. Al-munafquun, 63, 1)

  • dan itu udah jelas tapi bukan itu aja yang di benci oleh Allah masih banyak orang-orang yg di benci oleh Allah akibat kelakuannya sendiri contohnya seperti: meminum minuman khamar (arak) Allah sangat benci kepada hambanya apabila hambanya meminum minuman khamar yang bisa memabukan sama hal nya dengan menzalimi diri sendiri 
  • kamu tau ga apabila kita sudah merasakan atau menikmati rasanya minuman khamar tersebut sedikit atau banyaknya tetap aja di larang bahkan hukumanya juga HARAM maka Allah memberi kabar kepada umat islam yang masih percaya ada nya tuhan dan yakin atas pendirian sendiri 

wahai hambaku jika kelak engakau meminum minuman yang kami haramkan kepada kalian (khamar) maka kalian tidak akan di terimah ibadah shalatnya selama 40 hari tetapi jika kalian sudah tau apa yang di kabarkan kepada kalian tapi tetap saja kalian meminumnya maka kelaklah kalian celaka dan bagiannya adalah siksa api neraka





  • عن ‏ ‏ابن عمر ‏ ‏أن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏من شرب الخمر لم تقبل ‏‏ له صلاة ‏ ‏أربعين ليلة فإن تاب تاب الله عليه فإن عاد كان حقا على الله تعالى أن يسقيه من نهر ‏ ‏الخبال ‏ ‏قيل وما نهر الخبال قال صديد أهل النار ‏
  • Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi SAW bersabda, Orang yang minum khamar, tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberinya taubat untuknya. Namun bila kembali lagi, maka hak Allah untuk memberinya minum dari sungai Khabal. Seseorang bertanya, Apakah sungai Khabal itu? Beliau menjawab, Nanahnya penduduk neraka.

عن ‏ ‏عبد الله بن عمرو ‏ ‏قال ‏ ‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏من شرب الخمر وسكر لم تقبل له صلاة أربعين صباحا وإن مات دخل النار فإن تاب تاب الله عليه وإن عاد فشرب فسكر لم تقبل له صلاة أربعين صباحا فإن مات دخل النار فإن تاب تاب الله عليه وإن عاد فشرب فسكر لم تقبل له صلاة أربعين صباحا فإن مات دخل النار فإن تاب تاب الله عليه وإن عاد كان حقا على الله أن يسقيه من ردغة الخبال يوم القيامة قالوا يا رسول الله وما ردغة الخبال قال عصارة أهل النار ‏
Dari Abdullah bin Amr berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Orang yang minum khamar lalu mabuk, tidak diterima shalatnya 40 hari. Bila dia mati masuk neraka. Bila dia taubat, maka Allah akan mengampuninya. Namun bila kembali minum khamar dan mabuk, tidak diterima shalatnya 40 hari. Bila mati masuk neraka. Bila dia kembali minum, maka hak Allah untuk memberinya minum dari Radghatul Khabal di hari kiamat. Para shahabat bertanya, Ya Rasulallah, apakah Radaghatul khabal? Beliau menjawab, Perasan penduduk neraka.




عن ‏ ‏ابن عمر ‏ ‏قال ‏ ‏من شرب الخمر فلم ينتش لم تقبل له صلاة ما دام في جوفه ‏ ‏أو عروقه ‏ ‏منها شيء وإن مات مات كافرا وإن انتشى لم تقبل له صلاة أربعين ليلة وإن مات فيها مات كافرا ‏
\Dari Ibnu Umar ra. berkata, Siapa yang meminum khamar meski tidak sampai mabuk, tidak diterima shalatnya selagi masih ada tersisa di mulutnya atau tenggorokannya. Apabila dia mati maka dia mati dalam keadaan kafir. Bila sampai mabuk, maka tidak diterima shalatnya 40 malam. Dan bila dia mati maka matinya kafir.



  • berikutnya bertentangan dengan Allah swt seakan akan Allah akan menjauhkannya surga kepada mereka
  • Dalam kitabnya Muhammad Khalil Al-Khathib yang berjudul Khutbah-Khutbah Rasulullah ada sebuah hadits yang apabila kita termasuk orang yang disebutkan dalam hadits tersebut, maka kita termasuk orang-orang yang dijauhkan dari surganya Allah SWT. Dan bunyi hadits tersebut adalah sebagai berikut ini,
  • Dari Ibnu Abbas, bahwa “Ketika Nabi SAW di atas mimbar, beliau mengucapkan ‘amin’ hingga tiga kali. Ada yang bertanya tentang hal itu. Maka beliau menjawab, “Jibril datang kepadaku seraya berkata, ‘Siapa yang namamu disebut disisinya, namun dia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah menjauhkannya. Ucapkanlah ‘amin’. Maka aku mengucapkan ‘amin’.” Beliau juga bersabda, “Siapakah yang mendapatkan kehidupan kedua orang tuanya atau salah seorang diantara keduanya, lalu dia mati, sementara dosanya tidak diampuni, maka Allah menjauhkannya. Ucapkanlah ‘amin’. Maka aku mengucapkan ‘amin’. Siapa yang menjumpai bulan Ramadhan dan dosanya tidak diampuni, maka Allah menjauhkannya. Ucapkanlah ‘amin’. Maka aku mengucapkan ‘amin’.”  (HR. Ath-Thabrany) 
Coba kita perhatikan hadits ini. Disana dikatakan bahwa, Malaikat Jibril berkata kepada Muhammad Rasulullah SAW barangsiapa yang namamu disebut disisinya, namun dia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah menjauhkan orang itu dari surga-Nya. Ucapkanlah ‘amin’. Maka Rasulullah pun mengucapkan ‘amin’. Ini sebuah peringatan bagi kita, untuk selalu mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW atau sedikitnya kita merasa malu atau merasa bersalah ketika amal ibadah kita tidak sesuai dengan apa yang di syariatkan atau disunnah oleh Rasulullah SAW. Malahan Allah SWT dan malaikat-malaikat-Nya pun bershalawat untuk Nabi. Sebagaimana firman-Nya,

  • “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. 
  • (QS. Al-Ahzaab (33): 56)
Berbuat baik kepada orang tua kita pun ini merupakan sesuatu yang akan menolong kita untuk masuk surganya Allah SWT. Tapi sebaliknya jika kita berbuat dzalim dan tidak berbakti kepada orang tua kita, biarpun dengan hanya mengucapkan “ah” saja, maka hal ini akan mengundang murkanya Allah SWT dan surga pun akan menjauhi kita. Sebab Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita dan bersyukur kepadanya, sebagaimana firman-Nya, 

“…Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.
 (QS. Al-Isra (17): 23)


terimakasih bagi yang terkenan dari bacaan yang di atas saya ucapkan sangat berterimakasih 
hormat maki:

ferry firmansyah